Sabtu, 03 November 2012

MANUSIA PURBA

Zaman Prasejarah manusia purba


ZAMAN PRASEJARAH MANUSIA PURBA 

 

Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup.
Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai MahakamKalimantan Timur baru memasuki era sejarah.
Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologiastronomibiologigeologiantropologi,arkeologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah.
Hasil budaya manusia purba Indonesia

* Pithecanthropus Erectus

1. Kapak perimbas
2. Kapak penetak
3. Kapak gengam
4. Pahat gengam
5. Alat serpih
6. Alat-alat tulang

* Homo
1. Kapak gengam / Kapak perimbas
2. Alat serpih
3. Alat–alat tulang

Arkeologi 

Zaman Batu

Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman, antara lain:
Zaman Batu Tua
Zaman batu tua (palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan), manusianya masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah) dan belum tahu bercocok tanam.
Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini, yaitu:
  1. Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus)
  2. Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis)
Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong), Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan)
[sunting]Zaman Batu Tengah
 
1.Ciri zaman Mesolithikum:
a. Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)
b. Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar.
c. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur)
c. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
d. Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores.
e. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih),ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang.
2. Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum:
a. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger)
b. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
c. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche)
3. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua--Melanosoid
[sunting]Zaman Batu Muda
Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain:
  1. Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan,
  2. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa,
  3. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa,
  4. Pakaian dari kulit kayu
  5. Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda)
Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer-Indocina)
[sunting]Zaman batu besar 
Zaman ini disebut juga sebagai zaman megalithikum. Hasil kebudayaan Megalithikum, antara lain: 
1. Menhir: tugu batu yang dibangun untuk pemujaan terhadap arwah-arwah nenek moyang. 
2. Dolmen: meja batu tempat meletakkan sesaji untuk upacara pemujaan roh nenek moyang.
3. Sarchopagus/keranda atau peti mati (berbentuk lesung bertutup). 
4. Punden berundak: tempat pemujaan bertingkat.
5. Kubur batu: peti mati yang terbuat dari batu besar yang dapat dibuka-tutup.
6. Arca/patung batu: simbol untuk mengungkapkan kepercayaan mereka.
Zaman Logam

[sunting]


Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:
Zaman Perunggu
 

Pada zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan Dongson-Tonkin Cina (pusat kebudayaan)ini manusia purba sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
Alat-alat perunggu pada zaman ini antara lain :
a. Kapak Corong (Kapak perunggu, termasuk golongan alat perkakas) ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa-Bali, Sulawesi, Kepulauan Selayar, Irian
b. Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang digunakan sebagai maskawin. Ditemukan di Sumatera, Jawa-Bali, Sumbawa, Roti, Selayar, Leti
c. Benjana Perunggu ditemukan di Madura dan Sumatera.
d. Arca Perunggu ditemukan di Bang-kinang (Riau), Lumajang (Jawa Timur) dan Bogor (Jawa Barat)
Zaman Besi
 

Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggusebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.
Alat-alat besi yang dihasilkan antara lain:
a. Mata Kapak bertungkai kayu
b. Mata Pisau
c. Mata Sabit
d. Mata Pedang
e. Cangkul
Alat-alat tersebut ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor (Jawa Barat), Besuki dan Punung (Jawa Timur)
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam.
JENIS-JENIS MANUSIA PURBA 

A. Homo

1. Homo Mojokertensis
Quote:
Kaum Homo Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto)
Fosilnya ditemukan di Perning (Mojokerto) Jawa Timur tahun 1936 - 1941.Fosil kaum homo yang ini ditemukan Von Koenigswald..


2. Homo Robustus
Quote:
arti dari Robustus itu sendiri adalah manusia kera yang besar dan kuat tubuhnya ditemukan tahun 1936 di Sangiran lembah Sungai Bengawan Solo.Fosil kaum homo yang ini ditemukan Von Koenigswald..

3. Homo Sapiens
Quote:
jenis kaum homo yang ini telah memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang dan juga memiliki sifat seperti manusia sekarang tetapi masih memiliki Kehidupan yang sangat sederhana, dan tentunya hidup mengembara(nomaden). Jenis Kaum Homo sapiens yang ditemukan di Indonesia ada 2 yaitu:
- homo Soloensis
- homo sapiens wajakensis

A) Homo soloensis
Quote:
Fosil Homo soloensis ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran
dan Sambung Macan, Sragen, oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald pada tahun 1931—1933 dari lapisan Pleistosen Atas. Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu. 
Volume otaknya mencapai 1300 cc. 

Menurut Von Koenigswald makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus. Diperkirakan makhluk ini merupakan evolusi dan Pithecanthropus Mojokertensis. Oleh sebagian ahli, Homo Soloensis digolongkan dengan Homo Neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas.


B) Homo Wajakensis
Quote:
Fosil Homo wajakensis ditemukan oleh Van Riestchoten pada tahun 1889 di desa Wajak, Tulungagung. Fosil ini kemudian diteliti oleh Eugene Dubois. Temuan fosil ini merupakan temuan fosil manusia purba pertama yang dilaporkan berasal dari Indonesia. 
Fosil Homo Wajakensis mempunyai tinggi badan sekitar 130—210 cm, dengan berat badan antara 30-150 kg. Volume otaknya mencapai 1300 cc Manusia purba jenis ini hidup antara 40.000 —25.000 tahun yang lalu, pada lapisan Pleistosen Atas. Apabila dibandingkan jenis sebelu mnya, Homo Wajakensis menunjukkan kemajuan. 

Makanannya sudah dimasak walaupun masih sangat sederhana. Tengkorak Homo Wajakensis memiliki banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli Australia, Aborigin. Oleh karena itu, Eugene Dubois menduga bahwa Homo WajakensIs termasuk dalam ras Australoide, 
bernenek moyang Homo Soloensis dan menurunkan bangsa Aborigin. Fosil Homo Wajakensis juga memiliki kesamaan dengan fosil manusia Niah di Serawak Malaysia, manusia Tabon di Palawan, Filipina, dan fosil-fosil Australoid dari Cina Selatan, dan Australia Selatan.

4. Homo Floresienses (Hobbit)
Quote:
Kaum yang ini digambarkan bertubuh cebol dan menyerupai manusia, sudah ada sejak 13.000 tahun silam berarti manusia cebol tersebut hidup bersamaan dengan manusia normal lainnya.

B. Manusia Purba di Indonesia

1. Meganthropus Paleojavanicus
Quote:
Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran, lembah Bengawan Solo pada tahun 1936-941. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah. Meganthropus memiliki badan yang tegap dan rahang yang besar dan kuat. Mereka hidup dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering) makanan mereka utamanya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Sebagian ahli menganggap bahwa Meganthropus sebenarnya merupakan Pithecanthropus dengan badan yang besar.

2. Pithecanthropus
Quote:
Fosil Pithecanthropus merupakan fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Fosil Pithecanthropus berasal dari Pleistosen lapisan bawah dan tengah. Mereka hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan Mereka sudah memakan segala, 
tetapi makanannya belum dimasak. Pithecanthropus terdiri dari 
beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

a) Pithecanthropus Mojokertensis
Quote:
Fosil Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan oleh Von Koenigswald di desa Perning, Lembah Bengawan Solo Mojokerto, Jawa Timur pada lapisan Pleistosen Bawah. Temuan tersebut berupa fosil anak-anak berusia sekitar 5 tahun. Makhluk ini diperkirakan hidup sekitar 2,5 sampai 2,25 juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Mojokertensis Berbadantegap, mukanya menonjol ke depan dengan kening yang tebal dan tulang pipi yang kuat.

b) Pithecanthropus Robustus
Quote:
Fosil jenis ini ditemukan oleh Weidenreich dan Von Koenigswald pada tahun 1939 di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah. Von Koenigswald menganggap fosil ini sejenis dengan Pithecanthropus Mojokertensis.

c) Pithecanthropus Erectüs
Quote:
Fosil jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur, 
pada tahun 1890 berasal dari lapisan Plestosen Tengah. Mereka hidup sekitar 
satu juta sampai satu setengah juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Erectus berjalan tegak dengan badan yang tegap dan alat pengunyah yang kuat. Volume otak Pithecanthropus mencapai 900 cc. Volume otak manusia modern lebih dari 1000 cc, sedangkan volume otak kera hanya 600 cc

ZAMAN BATU
zaman ini terbagi menjadi 4 zaman yaitu :
i. Palaeolithikum (Zaman Batu Tua),
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tsb adalah :
• Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong)
• Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi
• Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk : berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.
• Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi :
• Kebudayaan Pacitan dan Ngandong
Manusia pendukung kebudayaan
• Pacitan : Pithecanthropus dan
• Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.
sej101_05
gb1. jenis alat batu pada jaman Batu Tua
ii. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)
Ciri zaman Mesolithikum :
• Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
• Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah)
• Alat-alat zaman Mesolithikum :
• Kapak genggam (peble)
• Kapak pendek (hache Courte)
• Pipisan (batu-batu penggiling)
• Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
• Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
• Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut “Abris Sous Roche ” Adapun alat-alat tersebut adalah :
• Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
• Ujung mata panah,
• batu penggilingan (pipisan),
• kapak,
• alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
• Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)
Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :
• Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
• Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
• Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
• Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua -Melanosoid
sej101_11
gb2. Alat pada jaman Batu Tengah
iii. Neolithikum (Zaman Batu Muda)
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.
Contoh alat tersebut :
• Kapak Persegi, misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
• Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
• Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
• Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jAwa
• Pakaian (dari kulit kayu)
• Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)
• Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer –Indochina)
sej101_13
Gb3. Alat jaman Batu Muda
iv. Megalithikum (Zaman Batu Besar )
Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :
• Menhir , adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek moyang
• Dolmen, adalah meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang, Adapu;a yang digunakan untuk kuburan
• Sarchopagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup
• Kubur batu/peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain
• Punden berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat
ZAMAN LOGAM
zaman ini terbagi menjadi 2 zaman yaitu :
1. Zaman Perunggu
Hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia adalah :
• Kapak Corong (Kapak Perunggu), banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi dan Kepulauan Selayar dan Irian.Kegunaannya sebagi alat perkakas.
• Nekara perunggu(Moko), bebrbentuk seperti dandang. Banyak ditemukan di daerah : Sumatera, Jawa Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan Kep. Kei. Kegunaan untuk acara keagamaan dan maskawin.
• Bejana Perunggu, bentuknya mirip gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai. Hanya ditemukan di Madura dan Sumatera
• Arca-arca Perunggu, banyak ditemukan di Bangkinang(Riau), Lumajang (Jatim) dan Bogor (Jabar)
• Perhiasan : gelang, anting-anting, kalung dan cincin.
Kebudayaan Perunggu sering disebut juga sebagi kebudayaan Dongson-Tonkin Cina karena disanalah Pusat Kebudayaan Perunggu.
2. Zaman Besi
Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Alat-alat yang ditemukan adalah :
• Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
• Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan
• Mata pisau
• Mata pedang
• Cangkul, dll
Jenis-jenis benda tersebut banyak ditemukan di Gunung Kidul(Yogyakarta), Bogor, Besuki dan Punung (Jawa Timur)
2. KEHIDUPAN MASYARAKAT PRASEJARAH
FOOD GATHERING
Ciri zaman ini adalah :
• Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan
• Nomaden, yaitu Hidup berpindah-pindah dan belum menetap
• Tempat tinggalnya : gua-gua
• Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa
• Zaman ini hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan Zaman batu tengah (Mesolithikum)
FOOD PRODUCING
• Ciri zaman ini adalah :
• Telah mulai menetap
• Pandai membuat rumah sebagi tempat tinggal
• Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma
• Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat
• Alat-alat terbuat dari kayu, tanduk, tulang, bambu ,tanah liat dan batu
• Alat-alatnya sudah diupam/diasah
Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan Zaman Megalithikum (zaman batu besar)

ZAMAN PERUNDAGIAN

• Manusia telah pandai membuat alat-alat dari logam dengan keterampilandan keahlian khusus
• Teknik pembuatan benda dari logam disebut a cire perdue yaitu, dibuat model cetakannya dulu dari lilin yang ditutup dengan tanah liat kemudian dipanaskan sehingga lilinya mencair. Setelah itu dituangkan logamnya.
• Tingkat perekonomian masyarakat telah mencapai kemakmuran
• Sudah mengenal bersawah
• Alat-alat yang dihasilkan : kapak corong, nekara,pisau, tajak dan alat pertanian dari logam
• Telah mencapai taraf perkembangan sosial ekonomi yang mantap
 
MANUSIA ZAMAN PRASEJARAH DAN CIRI- CIRINYA
          Dalam hal penemuan fosil manusia purba, indonesia menempati posisi yangpenting, sebab fosil- fosil manusia purba yang di temukan di indonesia berasal dari kala pleistosen sehingga tampak jelas perkembangan fisik manusia purba tersebut . manusia- manusia purba yang ditemukan di Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Pithecanthropus
Fosil pithecanthropus merupakan fosil manusia purba yang palingbanyak ditemukan di Indonesia. Fosil pithecanthropus berasal dari pleistosen lapisan bawah dan tengah . mereka hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan . mereka sudan makan segalanya, tetap makanannya beum dimasak. Pithecanthropus terdiri dari
a. Pithecanthropus Erectus
          Fosil ini ditemukan oleh Eugine Dubois di desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur, pada tahun 1890 berasal dari lapisan pleitosen tengah. Mereka hidup sekitar satu juta sampai satu setengah juta tahun yanglalu.
Ciri- ciri Pithecanthropus erectus adalah:
  • berjalan tegak dan badan tegap
  • memiliki alat pengunyah yang kuat.
  • Volume otak mencapai 900cc.
b. Pithecanthropus Mojokertensis
Fosil pithecanthropus mojokertensis ditemukan oleh koenigswald di desa perning, lembah Bengawan Solo Mojokerto, jawa timur pada lapisan bawah pleistosen bawah. Temuan tersebut berupa fosil anak- anak berusia sekitar 5 tahun. Mahluk ini diperkirakan hidup sekitar 2,5 sampai 2,25 juta tahun yang lalu.
Ciri- ciri Pithecanthropus Mojokertensis:
  • berbadan tegap
  • tukang muka menonjol ke depan
  • kening tebal
  • tulang pipi kuat
c. Pithecanthropus Robustus
          Fosil ini ditemukan oleh weidenreich dan Von koenigswald pada tahun 1939 di Trinil, lembah Bengawan Solo. Fosil ini berasal dari lapisan pleistosen bawah. Von koenigswald menganggap fosil ini sejenis dengan pithecanthropus Mojokertensis.
2. Meganthropus Paleojavanicus
          Fosil meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran, lembah Bengawan Solo pada tahun 1936 – 1941. fosil ini berasal dari lapisan pleistosen bawah. Sebagian ahli menganggap bahwa Meganthropus Paleojavanicus sebenarnya merupakan Pithecanthropus dengan badan besar.
Ciri- ciri Meganthropus Paleojavanicus :
  • memiliki badan yang tegap dan rahang yang besar dan kuat
  • hidup dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering)
  • makanan utamanya tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan
3. Homo Soloensis   
           Fosil homo soloensis ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran dan Sambung Macan, Sragen, oleh Ter haar, Oppenoorth, dan Von koenigswald pada tahun 1931- 1933 dari lapisan Pleistosen Atas. Homo soloensis di perkirakan hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu. Volume otaknya mencapai 1300cc.
          Menurut Von koenigswald mahluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus erectus. Diperkirakan juga mahluk ini merupakan evolusi  dari pithecanthropus mojokertensis. Oleh sebagian ahli, homo soloensis digolongkan dengan homo neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis homo sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen atas.
4. Homo Wajakensis
          Fosil homo wajakensis ditemukan oleh Van Reischoten pada tahun 1889 di desa Wajak, Tulungagung.fosil ini kemudian diteliti oleh eugene Dubois. Temuan fosil ini merupakan temuan fosil manusia purba pertama yang dilaporkan berasal dari Indonesia. Manusia purba jenis ini hidup antara 40.000-25.000 tahun yang lalu pada lapisanpleitosen atas. Apabila dibandingkan jenis sebelumnya, homo wajakensis menunjukan kemajuan.
Ciri- ciri homo wajakensis:
mempunyai tinggi sekitar 130-210cm
berat badan antara 30-150 kg
volume otaknya mencapai 1300cc 

ZAMAN PRASEJARAH & MANUSIA PURBA DI INDONESIA

A. Pembagian Zaman

       Sejarah peradaban manusia sexara garis besar terbagi kedalam dua babak, yakni zaman prasejarah dan zaman sejarah. Zaman prasejarah (pra-sebelum) mendahului zaman sejarah, masyarakat zaman prasejarah belum mengenal tulisan. Oleh karena itu peninggalan-peninggalannya tidak ada yang berbentuk tulisan. Sumber utama zaman prasejarah adalah benda, sehingga penelitian tentang kehidupan zaman prasejarah hanya melalui sumber-sumber benda tersebut. berikut ini akan diuraikan perkembangan jaman :




1. Zaman Arkeozoikum
          Merupakan zaman tertua dalam sejjarah perkembangan bumi, pada zaman ini tidak ada kehidupan. kulit bumi masih panas sekali sehingga tidak mungkin ada kehidupan.
          Jaman itu berumur kira-kira 2.500 juta tahun, pada masa itu bumi masih panas. Udara masih panas sekali, kulit bumi masih dalam proses pembentukan, Sehingga belum ada tanda-tanda kehidupan.

2. Zaman Paleozoikum
          Mulai ada kehidupan dengan ditandai adanya jenis binatang terkecil yang tidak bertulang belakang, seterusnya muncul jenis ikan, permulaan zaman amfibi dan reptil, juga disebut zaman primer.
           Umur jaman ini diperkirakan selama 340 juta tahun, pada masa itu sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan. Binatang kecil-kecil (mikro organisme) sudah ada. Juga binatang yang tidak bertulang punggung, bahkan beberapa jenis ikan, amfibi dan reptile sudah mulai ada. karena keadaan bumi sangat berubah-ubah, maka keadaan kehidupan masih sulit untuk dapat meningkat.

3. Zaman Mesozoikum
           Disebut zaman sekunder,mulai hidup dan berkembang pesat berbagai jenis ikan dan reptil, seperti reptil raksasa, jenis burung dan binatang menyusui.
           Umur jaman ini diperkirakan 140 juta tahun, pada zaman ini kehidupan di beumi semakin berkembang. Binatang pada masa itu mencapai bentuk yang sangat besar. Antara lain Dinosaurus, panjangnya mencapai 12 meter, Atlatosaurus panjangnya sampai 30 meter. Beberapa kerangka dari binatang-binatang besar itu sekarang disimpan di Bandung. Jenis burung sudah mulai ada, tetapi sesungguhnya jaman itu adalah jaman reptile, karena jenis binatang yang banyak sekali pasa jaman itu adalah jenis reptile.

4. Zaman Neozoikum (Kainozoikum) 
            Jaman ini berlangsung 60 juta tahun, pada jaman itu keadaan bumi menjadi baik. Perubahan cuaca tidak begitu besar walaupun jaman es masih pada. Kehidupan berkembang pesat sekali. jaman ini dibagi lagi menjadi jaman:
  • Zaman Tersier,binatang-binatang raksasa semakin berkurang , telah ada jenis binatang menyusui berkembang lebih sempurna, sedang jenis reptil berkurang dan jenis kera/ monyet mulai berkembang. Pada zaman ini muncul jenis kera dan manusia.
  • Zaman Kwarter,Jaman ini berlangsung sejak kira-kira 600.000 tahun yang lalu. Pada jaman itu telah ada kehidupan manusia, bagian jaman itu disebut dengan istilah kala. Pada jaman itu mulai ada kehidupan manusia yang lebih sempurna, terbbagi lagi kedalam zaman yang disebut :
               a)  Zaman Pleisotosen ( Kwarter awal) keadaan alam belum sempurna. Walupun umur kala pleistosen tidaksepanjang masa-masa yang lalu, tetapi justru masa itulah yang penting. Karena pada kala itulah manusi mulai muncul dimuka bumi. Kala Pleisotosen berlangsung kira-kira 3 juta sampai 10.000 tahun sebelum masehi.Pada masa itulah terjadi masa perluasanlapisan es dikutub. Beberapa daratan yang berdekatan dengan kutub utara trtutup es.
              b) Zaman Holosen (Alluvium keadaan bumi lebih sempurna, yumbuh berbagai jenis flora dan fauna, tanaman tumbuh liar dihutan belukar, sidah dikenal ladang dan persawahan dengan tanaman jagung. Jenis faunanya seperti : gajah, banteng, kerbau liar, badak, tapir, harimau, babi rusa, berjenis burung dan kalong.

B. Keadaan Alam Bumi Kita
         Perubahan permukaan kulit bumi yang terjadi dimuka bumi juga terjadi di Indonesia, pada waktu perluasan permukaan ea dan naiknya permukaan air laut maka Indonesi bagian berat nernemtuk Paparan Sunda dan Indonesia bagian timur membentuk Paparan Suhul.
        Paparan Sunda menghubungkan pulau jawa, Sumatra, Kalimantan dan Nusa Tenggara dengan daratan Asia. Sedang Paparan Suhul menghubungkan daratan Irian Jaya (papua) dengan Australia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar