Sabtu, 03 November 2012

KUTAI's KINGDOM

KERAJAAN KUTAI

1.    Di Luar Perhatian Cina
    Walaupun bukti-bukti yang  ada menunjukkan,bahwa kerajaan tertua di Indonesia terletak di Kalimantan,namun sedemikian jauh pulau tersebut sedikit sekali diperhatikan oleh para penulis tambo di daratan cina.hal ini cukup menarik,karena biasanya para penulis tambo cina rajin sekali menuliskan hal-hal aneh yang mereka ketahui dari suatu daerah asing.berita tertua cina yang bertalian dengan salah satu daerah Kalimantan,berasal dari zaman dinasti t’ang.padahal berita cina yang berhubungan dengan jawasuda ada sejak abad 5 dan sumatera pada awal abad 6,pada zaman pemerintahan dinasti Liang
    Tidak adanya perhatian dari pihak cina itu,kemungkinan sekali disebabkan karena Kalimantan tidak terletak pada jalan niaga cina yang utama.walaupun di daerah Sarawak misalnya,ditemukan beberapa buah benda yang berasal dari zaman dinasti Han yang mulai berkuasa pada tahun 220 SM.ternyata kurangnya perhatian terhadap sejarah daerah Kalimantan itu,terus melanjut di masa-masa sesudahnya sehingga di dalam keseluruhan sejarah kebudayaan Asia Tenggara misalnya,daerah ini masih tetap merupakan salah satu daerah yang terlupakan.
    Di daerah yang berada di luar jangkauan perhatian cina itulah,untuk pertama kalinya kita menemukan bukti-bukti tertua akan adanya suatu kehidupan masyarakat yang bercorak keindiaan,yaitu di Sulawesi dan di Kalimantan timur.
    Dengan ditemukan arca Buddha yang terbuat dari perunggu di semppaga,Sulawesi selatan.maka untuk pertama kalinya kita mendapatkan bukti  tentang adanya hubungan serta pengaruh tertua budaya india di Indonesia. Penemuan arca ini sangat penting karena dapat member petunjuk tentang bagaimana taraf hidup dan budaya bangsa Indonesia pada waktu tersebut.berdasarkan ciri-ciri  ikonografinya dapat ditentukan,bahwa arca sempaga ini berasal  dari mazhab seni armaravati dan rupanya dibuat ,kemudian dibawa ke Indonesia,mungkin sebagai barang dagangan.tetapi mungkin pula sebagai barang persembahan untuk sesuatu vihara atau bangunan suci agama Buddha.
    Selain di sempaga,arca-arca langgam Amaravati ini juga ditemukan antara lain di jember dan bukit seguntang ,sementara di kota bangun (kutai) ditemukan sejumlah arca Buddha yang memperlihatkan langgam seni arca Gandara.
    Disamping arca-arca Buddha juga ditemukan arca-arca yang memperlihatkan sifat-sifat kehinduan,diantaranya mukhalinga yang ditemukan di sepauk,dan arca ganesa yang ditemukan di Sarawak.walaupun daerah Kalimantan dan Sulawesi berada di luar perhatian orang cina,tetappi tidak berarti bahwa kedua daerah terrsebut tertutup samasekali dari kemungkinan mengadakan hubungan dengan daerah luar.temuan-temuan yang disebutkan diatas,merupakan salah satu buktinya.hubungan tersebut tentulah pada mulanya melalui hubungan niaga,yang kemudian berkembang menjadi hubungan agama dan budaya.melalui hubungan niaga itu ,turut pula para guru agama atau pendeta itu.hubungan seperti itu sudah berlangsung cukup lama di dalam proses terjadinya  hubungan timbal balik seperti itu.maka masyarakat  setemppat yang sudah menetap di beberapa daerah tertentu,menerima budaya dan peradaban baru itu.
2.    Negara tujuh buah yupa
    Di samping benda-benda berupa arca seperti yang disebut yang disebut kan diatas,dari daerah kalimantan ditemukan pula beberapa buah prasasti yang dipahatkan pada tiang batu.tiang batu disebut yupa.yaitu nama yang disebutkan pada prasasti-prasastinya sendiri.sampai saat ini telah ditemukan tujuh buah yupa.dan masih ada kemungkinan beberapa buah yupa yang lain belum ditemukan sampai di Kalimantan timur itu,yang mula-mula ditemukan cumalah sebanyak empat buah yupa saja.tetapi kemudian  tiga buah tiang yang lainnya ditemukan lagi.aksara yang dipahatkan pada yupa itu berasal dari awal abad ke 5 M,sedangkan bahasanya adalah bahasa sansekerta.semuanya dikeluarkan atas titah Mulawarman ,yang dapat dipastikan bahwa ia adalah seorang Indonesia asli,karena kakeknya masih mempergunakan nama Indonesia asli,kundunga.
    Prasasti yang menyebutkan sislsilah Mulawarman,raja terbesar di daerah kutai purba itu,berbunyi sebagai berikut ;
1.    Srimatah sri-narendrasah,
2.    Kundungasya mahatmanah,
3.    Putro svavarmmo,
4.    Vansakartta yathansuman,
5.    Tasya putra mahatmanah,
6.    Trayas traya ivagnayah,
7.    Teas trayanam pravarah,
8.    Tapo-bala-damanvitah,
9.    Sri mulawarmma rajendro,
10.   Yastva bahusavarnnakam,
11.   Tasya yajnasya yupo yam,
12.   Dvejendrais samprakalpitah.
“Sang Maharaja Kundunga, yang amat mulia, mempunyai putra yang masyur, Sang Aswawarman namanya, yang seperti Sang Ansuman ( dewa matahari), menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aswawarman mempunyai putra tiga, seperti api ( yang suci ) tiga. Yang terkemuka dari ketiga putra itu adalah Sang Mulawarman, raja yang berperadaban baik, kuat dan kuasa. Sang mulawarmman telah mengadakan kenduri ( selamatan yang dinamakan ) emas amat banyak. Buat peringatan kenduri ( selamatan ) itulah tugu ini didirikan oleh brahmana”
    Dari prasasti itu dapat kita ketahui ,bahwa sedikitnya ada tiga angkatan dalam keluarga,dimulai dengan raja kundunga yang mempunyai anak yang bernama Aswawarman dan Aswawarman yang mempunyai tiga orang anak,seorang diantaranya bernama Mulawarman.
    Yang menarik dari prasasti ini adalah berita yang menyebutkan bahwa pendiri keluarga kerajaan adalah aswawarman dan bukan kundunga yang dianggap sebagai raja yang pertama.apakah pengertian wangsakarta dalam prasasti ini,ditunjukkan kepada pengertian keluarga yang sudah berbudaya india,yang antara lain ditandai dengan pemakaian nama yang berbau india? karena kundunga sendiri jelas bukan nama yang berbau india,maka walaupun ia memang disebutkan sebagai ayah Aswawarman dan pernah menjadi raja.jika kita ketahui,bahwa pada saat sekarang ada nama bugis yang mirip dengan kundunga,yaitu kadungga,barangkali tidak akan terrlalu jauh dari kebenaran,seandainya kundunga dianggap sebagai orang Indonesia asli yang untuk pertama kalinya menyentuh budaya india,tetapi belum menyatakan.di mulai dengan Aswawarman dan dilanjutkan oleh Mulawarman.ketika berhadapan dengan nama-nama yang sudah berbauu india,dan berdasarkan berita dari prasasti-prasastinya juga jelas,bahwa pada waktu itu agama yang dipelukpuun agama yang berasal dari india juga.
    Prasasti yang dikeluarkan oleh Mulawarman,berbunyi sebagai berikut :
1.    Srimad-viraja-kirtteh
2.    Rajnah sri mulavarmmanah punyam
3.    Srnvantu vipramukhyah
4.    Ye canye sadhavah purusah
5.    Bahudana-jivadanam 
6.    Sakalpavrksam sabhumidanan ca
7.    Yupo yan stahapito vipraih
    Dengarkan oleh kamu sekalian, Brahmana yang terkemuka, dan sekalian orang baik lain-lainnya, tentang kebaikan budi Sang Mulawarman, raja besar yang sangat mulia. Kebaikan budi ini ialah berwujud sedekah banyak sekali, seolah-olah sedekah kehidupan atau semata-mata pohon kalpa ( yang member segala keinginan ), dengan sedekah tanah ( yang dihadiahkan ). Berhubung dengan kebaikan itulah maka tugu ini didirikan oleh para brahmana ( buat peringatan ).peringatan ketiga berbunyi sebagai berikut :
1.    Sri-mulavarmmano rajnah
2.    Yad dattan tilla-parvvatam
3.    Sadipa-malaya sarddham
4.    Yupo yam likhitas tayoh
    Tugu ini ditulis buat ( peringatan ) dua ( perkara ) yang telah disedekahkan oleh Sang Raja Mulawarman, yakni segunung minyak ( kental ), dengan lampu serta malai bunga.masih ada lagi prasastinya yang lain berbunyi ;
1.    Srimato nrpamukhyasya
2.    Rajnah sri-mulawarmmanah
3.    Danam punyatame ksetre
4.    Yad dattam vaprakesvare
5.    Dvijatibhyongnikalpebhyah
6.    Vinsatir ggosahasrikam
7.    Tansya punyasya yupo yam
8.    Krto viprais ihagataih
    Sang Mulawarman, raja yang mulia dan terkemuka, telah memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para brahmana yang seperti api, ( bertempat ) di dalam tanah yang suci ( bernama ) waprakeswara. Buat ( peringatan ) akan kebaikan budi sang raja itu, tugu ini dibuat oleh brahmana yang datang ke tempat ini.
    Dari prasasti-prasastinya yang sudah ditemukan sampai saat ini,kita dapat mengetahui nama beberapa orang tokoh yang disebutkan,serta bagaimanakira-kira kehidupan keagamaan pada waktu itu.tetapi,sedemikian jauhh kita dapat mengetahui bagaimana kehidupan dan keadaan masyarakat pada umumnya.
3.    Upacara Penghinduan
    Berdasarkan silsilahnya dapat dipastikan bahwa kundunga adalah seorang Indonesia asli,yang barangkali untuk pertama kalinya tersentuh oleh pengaruh budaya india.tetapi sedemikian jauh,kundunga masih tetap mempertahankan keindonesiaannya dan itu pula rupanya yang menyebabkan ia tidak dianggap pendiri keluarga raja.dari data diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian “keluarga raja” pada waktu itu terbatas kepada keluarga raja kerajaan yang telah menyerap budaya india di dalam kehiduupan sehari-harinya.
    Mengingat kehidupan yang bersifat hindu sangat ketat terikat kepada peraturan yang disebut kasta.di dalam kepercayaan hindu seseorang yang telah tercemar dan karenanya dikeluarkan dari kasta,dapat diterima kembali masuk ke dalam kastanya,setelah melalui upacara penyucian diri yang disebut vratyastoma.upacara vratyastoma inilah yang rupanya dijadikan jalan oleh orang-orang Indonesia yang sudah terkeena pengaruh india itu,untuk meresmikannya sebagai anggota masyarakat suatu kasta yang dikenal di dalam kasta itu,dilakukan dengan memperhatikan kedudukan asal orang yang bersangkutan.
4.    Kehidupan masyarakat dan agama
    Dari semua prasasti yang ada,hamper tidak ada kemungkinan untuk mengungkapkan bagaimana kira-kira kehidupan masyarakat pada zaman kerajaan kuutai purba ini.hal ini disebabkan karena prasasti-prasasti itu boleh dikatakan tidak sedikit pun berbicara tentang masyarakatnya.tetapi tidak berarti bahwa kita samasekali tidak dapat membayangkan bagaimana kkeadaan masyarakat tersebut.mengingat bahwa bahasa sansekerta pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat india sehari-hari,tetapi lebih merupakan bahasa resmi untuk masalah-masalah keagamaan,dapat disimpulkan bahwa ketika itu dikutai purba sudah ada golongan masyarakat yang menguasai bahasa sansekerta.ini berarti bahwa kaum brahmana pada masa itu sudah merupakan suattu golongan tersendiridi dalam masyarakat kutai purba.golongan yang lain adalah kaum ksatrya yang terdiri dari kaum kerabat Mulawarman.golongan ini sampai pada masa tersebut rupanya masih terbatas kepada orang-orang yang sangat erat hubungan dengan raja saja.di luar kedua golongan yang secara resmi hidup dalam suasana peradaban india itu,masih terdapat golongan lain yang boleh dikatakan berada di luar pengaruh india.meraka adalah rakyat kutai purba pada umumnya terdiri penduduk setempat dan masih memegang teguh agama asli leluhur mereka.




    Berlainan dengan tentang masyarakatnya kita lebih banyak tahu tentang kehiduupan keagamaan pada zaman Mulawarman.ini disebabkan karena semua prasasti yang telah ditemukan sampai saat ini,membicarakan upacara selamatan di dalam memperingati salah satu kebaikan atau pekerjaan yang dilakukan oleh Mulawarman.disebutkannya Ansuman yaitu dewa matahari di dalam agama hindu,memberikan kepastian kepada kita bahwa setidaknya Mulawarman adalah penganut agama hindu.petunjuk ini lebih jalas karena di dalam prasastinya yang lain disebutkan upacara sedekah yang dilakukan oleh Mulawarman bertempat di sebidang tanah yang di anggap suci.bidang tanah suci bidang tanah suci yang disebut pada prasastiitu bernama Waprakeswara yang kemudian di kenal kembali di pulau jawa sebagai sebagai baprakeswara yang dinamakan dengan dewa besar tiga yakni brahma-wisnu-siwa.dengan keterangan pendek ini kita mendapat keyakinan bahwa agama yang dipeluk oeh sang Mulawarman adalah agama siwa.dari semua prasastinya dapat di duga,bahwa Mulawarman adalah seorang raja yang sangatt baik hubungannya dengan kaum brahmana.

TARUMANEGARA KINGDOM

KERAJAAN TARUMANEGARA
1.      Sumber-sumber sejarah tarumanegara
     Di dalam bukunya Geographike Hyphegesis,ahli ilmu bumi yunani purba bernama claudius ptolemaeus,ketika menyebutkan daerah-daerah timur jauh,antara lain kota bernama Argyre.yang terletak di ujung barat pulau Iobodiou disesuaikan dengan bahasa sansekerta,yawadwipa yang berarti pulau jelai.Berita lainnya juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita cina yang berasal dari tahun 132 M.di dalam berita itu disebutkan,bahwa raja Ye-tiao yang bernama pien,meminjamkan materai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien.masih ada berita cina lainnya yang menyebutkan daerah yang belum dapat ditentukan ketepatan lokasinya,berita tersebut dikatakan bahwa bahwa ada yang bernama tu-po yang sangat dekat lafalnya dengan cho-po,yang di dalam bahasa sangsekerta berbunyi jawaka. Berita-berita luar yang disebutkan di atas,belum ada satu yang jelas mengacu keepada kerajaan tarumanegara.bukti-bukti tentang kerajaan ini,terutama didapatkan di daerah yang diperkirakan menjadi daerah kerajan tersebut,sedangkan berita-berita luar terutama berasal dari cina.sumber-sumber yang berhubungan dengan negara ini,boleh dikatakan sedikit.sampai saat ini hanyalah tujuh buah prasasti batu,berita cina,dinasti  soui dan t’ang,arca-arca rajarsi,wisnu cibuaya I,dan wisnu cibuaya II.
     Sumber – sumber yang berupa prasasti yaitu ;
Prasasti Ciaruton
     Yang sebelumnya dikenal dengan nama prasassti ciampea,terletak di pinggir sungai Ciaruton,yang menarik dari prasasti ini adalah lukisan labah-labah dan tapak kaki yang dipahatkan diatas aksaranya.prasasti ini ditulis dalam bentuk puisi india dengan irama anustubh.prasasti ini mengingatkan adanya hubungan dengan prasasti Mahendrawan.prasasti ini bunyi beserta terjemahannyaadalah sebagai berikut ;




 Vikrantsya avanipateh
Srimatah purnavarmmanah
Tarumanagararendrasya
Visnor iva padadvayam

Prasasti pasir koleangkak
     Di dalam prasasti ini dijumpai nama negara,untuk pertama kalinya dikemukakan oleh brandes dan berbunyi tarumayam.sementara itu ada yang berhubungan kata utsadana yang terdapat pada baris 2 prasasti tersebut,dengan nama sebuah sungai yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat itu yaitu Cisadane.bunyi dari prasasti ini sebagai berikut :
     Gagah,mangagumkan,dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya yang termasyur sri purnavvarman yang sekali waktu memerintah di trauma dan baju zirahnya yang terkenal tidak dapat ditembus senjata musuh.ini adalah sepasang tapak kakinya yang senintiasa berhasil menggempur kota-kota musuh,hormat kepada para pangeran,tapi merupakan duri dalam daging babi bagi musuh-musuhnya.
Prasasti kebonkopi
     Terletak di kampung Muara Hilir,cibungbulang.dan menarik dari prasasti ini adanya dua kapak kaki gajah yang dipersamakan dengan tapak kaki airawata.prasasti ini juga ditulis dalam bentuk puisi anustubh,dengan aksara yang lebih kecil bentuknya jika dibandingkan dengan prasasti-prasasti purnawarman yang lain.
Prasasti tugu
     Merupakan prasasti terpanjang dari semua peninggalan purnawarman.ada beberapa hal yang menarik dari prasasti ini dibandingkan dengan prasasti yang lain-lain.
  1. Di dalamnya diseebutkan nama 2 buah sungai yang terkenal di punjab
  2.  prasasti ini merupakan satu-satunya prasasti yang menyebutkan anasir penanggalan
  3.  prasaati ini menyebutkan dilakukannya upacara selamatan  oleh brahmana.
Tentang nama candrabhaga yang disebutkan dalaprasasti tugu,bahwa itu tentulah nama sungai di pulau jawa yang diberikan kepada sebatang sungai di pulau jawa.bahwa nama itu sekarang di kenal dengan nama bekasi yang diduga sebagai pusat kerajaan tarumanegaraprasasti ini untuk pertama kalinya menyebutkan penanggalan,yang bukan saying sekali phalguna dan caitra.
Prasasti pasir awi
     Tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca,seperti halnya dengan yang terdapat pada prasasti Ciaruton,di sebelah telapak kaki.
Prasasti  Cidanghiang
     Prasasti ini didapatkan di kampung lebak di pinggir sungai cidanghiang. Prasasti ini ditemukan tahun 1974 dan berisi 2 buah baris aksara yang merupakan satu sloka dalam metrum anustubh.aksaranya pallawa yang dalam beberapa hal mirip dengan aksara pada prasasti tugu.
Arca rajarsa
     Berdasarkan berita-berita yang sampai,arca ini menggambarkan rajarsi sebagaimana disebutkan diprasasti tugu.tetapi sementara itu ada pula yang mengatakan arca ini berasal dari sebuah arca siwa pada abad ke 11 berdasarkan adanya trinetra pada arca tersebut.
Arca wisnu cibuaya I
     Bahwa hal ini membuktikan adanya aliran seni di jawa barat yang belum dapat di duga dan juga bertahanya pusat-pusat keagamaan.arca ini memperlihatkan adanya beberapa persamaan dengan arca yang ditemukan di semenanjung melayu,siam dan kamboja dan berdasar itu dapatlah dari mana asal usul tradisi arca ini.arca ini diduga mempunyai persamaan dengan langgam seni pallawa di india selatan dari abad ke 7-8 atau barangkali dengan Calukya.
Arca wisnu cibuaya II
     Berdasarkan persamaan-persamaan yang ada pada arca itu dengan arca dari seni pallawa terutama (1) jenis batu yang dipergunakan (2) bentuk arca beserta laksananya (3) bentuk badan (4) mukata. Dapat dipastiakan arca ini termasuk arca yang sangat tua.kesimpulan ini sesuai dengan pendapat yang mengatakkan bahwa jawa barat masih menjadi pusat seni dan agama dan berita cina dengan mengatakan bahwa pada abad ke 7 masih ada sebuah Negara beernama To-lo-mo yang dianggap merupakan lafal cina dari trauma.
2.      Keadaan masyarrakat
     Berdasarkan bukti-bukti dan sumber-sumber yang terdapat sampai saat ini diduga bagaimana kira-kira mata pencaharian penduduk zaman tarumanegara.kalau dugaan tentang barang-barang  yang berasal dari daerah Ho-ling.maka kita memperoleh gambaran bahwa pada masa itu perburuan,pertambangan,perikanan,dan perniagaan termasuk mata pencaharian tarumanegara.
     Berita-berita tentang pemburuan,adanya cuula badak dan gading gajah yang diperdagangkan.sedangkan kita tahu kedua jenis binatang itu adalah binatang liar yang harus dilakukan dengan pemburuan.perikan barangkali dapat dihubungkan dengan perdagangan kulit penyu yang banyak digemari pedagang cina dengan memungkinkan adanya pertambangan.maka jelas bahwa dengan demikian perniagaan merupakan salah satu mata pencaharian tarumanegara.
     Tentang kehidupan segi budaya,Ada dua golongan dalam masyarakat itu,ialah golongan masyarakat berbudaya hindu dan golongan masyarakat  berbudaya asli.mengingat bahwa pada waktu tersebut pengarruh india boleh dikatakan ada pada taraf pertama penyebarannya.pada golongan pertama itu terbatas pada lingkungan kraton saja,sedangkan golongan kedua meliputi bagian terbesar penduduk tarumanegara.tetapi dalam kehidupan sehari-hari kedua golongan itu ttidaklah saling terpisah,malahan beberapa hal mereka bias bekerja sama.
     Kita ketahui tentang agama buddha di tarumanegara sama sekali sangat terbatas kepada berita fa-shien yang mengatakan bahwa pada waktu itu di sana hanya sedikit saja di temui orang yang beragama buddha seperti fa-hsien sendiri.yang cukup menarik adalah berita fa-hsien tentang agama “kotor”. Ada yang berpendapat bahwa agama kotor itu adalah agama siwa pasupata,sedangkan orang parsi mengatakan agama kotor itu adalah penanaman mayat dengam menempatkannya demikian saja di dalam hutan.pendapat terakhir dari kamboja yang berpendapat agama kotor itu adalah agama yang sudah lama ada sebelum masuknya pengaruh india ke Indonesia.pada dasarnya penemuan agama kotor itu disebabkan karena ketidaktahuan fa-hsien akan sistem kehidupan keagamaan asli di Indonesia pada masa itu.tarumanegara adalah Negara pertama dijawa barat yang menerima pengaruh india.

MANUSIA PURBA

Zaman Prasejarah manusia purba


ZAMAN PRASEJARAH MANUSIA PURBA 

 

Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup.
Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai MahakamKalimantan Timur baru memasuki era sejarah.
Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologiastronomibiologigeologiantropologi,arkeologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah.
Hasil budaya manusia purba Indonesia

* Pithecanthropus Erectus

1. Kapak perimbas
2. Kapak penetak
3. Kapak gengam
4. Pahat gengam
5. Alat serpih
6. Alat-alat tulang

* Homo
1. Kapak gengam / Kapak perimbas
2. Alat serpih
3. Alat–alat tulang

Arkeologi 

Zaman Batu

Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman, antara lain:
Zaman Batu Tua
Zaman batu tua (palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan), manusianya masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah) dan belum tahu bercocok tanam.
Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini, yaitu:
  1. Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus)
  2. Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis)
Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong), Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan)
[sunting]Zaman Batu Tengah
 
1.Ciri zaman Mesolithikum:
a. Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)
b. Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar.
c. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur)
c. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
d. Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores.
e. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih),ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang.
2. Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum:
a. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger)
b. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
c. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche)
3. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua--Melanosoid
[sunting]Zaman Batu Muda
Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain:
  1. Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan,
  2. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa,
  3. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa,
  4. Pakaian dari kulit kayu
  5. Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda)
Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer-Indocina)
[sunting]Zaman batu besar 
Zaman ini disebut juga sebagai zaman megalithikum. Hasil kebudayaan Megalithikum, antara lain: 
1. Menhir: tugu batu yang dibangun untuk pemujaan terhadap arwah-arwah nenek moyang. 
2. Dolmen: meja batu tempat meletakkan sesaji untuk upacara pemujaan roh nenek moyang.
3. Sarchopagus/keranda atau peti mati (berbentuk lesung bertutup). 
4. Punden berundak: tempat pemujaan bertingkat.
5. Kubur batu: peti mati yang terbuat dari batu besar yang dapat dibuka-tutup.
6. Arca/patung batu: simbol untuk mengungkapkan kepercayaan mereka.
Zaman Logam

[sunting]


Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:
Zaman Perunggu
 

Pada zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan Dongson-Tonkin Cina (pusat kebudayaan)ini manusia purba sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
Alat-alat perunggu pada zaman ini antara lain :
a. Kapak Corong (Kapak perunggu, termasuk golongan alat perkakas) ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa-Bali, Sulawesi, Kepulauan Selayar, Irian
b. Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang digunakan sebagai maskawin. Ditemukan di Sumatera, Jawa-Bali, Sumbawa, Roti, Selayar, Leti
c. Benjana Perunggu ditemukan di Madura dan Sumatera.
d. Arca Perunggu ditemukan di Bang-kinang (Riau), Lumajang (Jawa Timur) dan Bogor (Jawa Barat)
Zaman Besi
 

Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggusebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.
Alat-alat besi yang dihasilkan antara lain:
a. Mata Kapak bertungkai kayu
b. Mata Pisau
c. Mata Sabit
d. Mata Pedang
e. Cangkul
Alat-alat tersebut ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor (Jawa Barat), Besuki dan Punung (Jawa Timur)
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam.
JENIS-JENIS MANUSIA PURBA 

A. Homo

1. Homo Mojokertensis
Quote:
Kaum Homo Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto)
Fosilnya ditemukan di Perning (Mojokerto) Jawa Timur tahun 1936 - 1941.Fosil kaum homo yang ini ditemukan Von Koenigswald..


2. Homo Robustus
Quote:
arti dari Robustus itu sendiri adalah manusia kera yang besar dan kuat tubuhnya ditemukan tahun 1936 di Sangiran lembah Sungai Bengawan Solo.Fosil kaum homo yang ini ditemukan Von Koenigswald..

3. Homo Sapiens
Quote:
jenis kaum homo yang ini telah memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang dan juga memiliki sifat seperti manusia sekarang tetapi masih memiliki Kehidupan yang sangat sederhana, dan tentunya hidup mengembara(nomaden). Jenis Kaum Homo sapiens yang ditemukan di Indonesia ada 2 yaitu:
- homo Soloensis
- homo sapiens wajakensis

A) Homo soloensis
Quote:
Fosil Homo soloensis ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran
dan Sambung Macan, Sragen, oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald pada tahun 1931—1933 dari lapisan Pleistosen Atas. Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu. 
Volume otaknya mencapai 1300 cc. 

Menurut Von Koenigswald makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus. Diperkirakan makhluk ini merupakan evolusi dan Pithecanthropus Mojokertensis. Oleh sebagian ahli, Homo Soloensis digolongkan dengan Homo Neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas.


B) Homo Wajakensis
Quote:
Fosil Homo wajakensis ditemukan oleh Van Riestchoten pada tahun 1889 di desa Wajak, Tulungagung. Fosil ini kemudian diteliti oleh Eugene Dubois. Temuan fosil ini merupakan temuan fosil manusia purba pertama yang dilaporkan berasal dari Indonesia. 
Fosil Homo Wajakensis mempunyai tinggi badan sekitar 130—210 cm, dengan berat badan antara 30-150 kg. Volume otaknya mencapai 1300 cc Manusia purba jenis ini hidup antara 40.000 —25.000 tahun yang lalu, pada lapisan Pleistosen Atas. Apabila dibandingkan jenis sebelu mnya, Homo Wajakensis menunjukkan kemajuan. 

Makanannya sudah dimasak walaupun masih sangat sederhana. Tengkorak Homo Wajakensis memiliki banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli Australia, Aborigin. Oleh karena itu, Eugene Dubois menduga bahwa Homo WajakensIs termasuk dalam ras Australoide, 
bernenek moyang Homo Soloensis dan menurunkan bangsa Aborigin. Fosil Homo Wajakensis juga memiliki kesamaan dengan fosil manusia Niah di Serawak Malaysia, manusia Tabon di Palawan, Filipina, dan fosil-fosil Australoid dari Cina Selatan, dan Australia Selatan.

4. Homo Floresienses (Hobbit)
Quote:
Kaum yang ini digambarkan bertubuh cebol dan menyerupai manusia, sudah ada sejak 13.000 tahun silam berarti manusia cebol tersebut hidup bersamaan dengan manusia normal lainnya.

B. Manusia Purba di Indonesia

1. Meganthropus Paleojavanicus
Quote:
Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran, lembah Bengawan Solo pada tahun 1936-941. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah. Meganthropus memiliki badan yang tegap dan rahang yang besar dan kuat. Mereka hidup dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering) makanan mereka utamanya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Sebagian ahli menganggap bahwa Meganthropus sebenarnya merupakan Pithecanthropus dengan badan yang besar.

2. Pithecanthropus
Quote:
Fosil Pithecanthropus merupakan fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Fosil Pithecanthropus berasal dari Pleistosen lapisan bawah dan tengah. Mereka hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan Mereka sudah memakan segala, 
tetapi makanannya belum dimasak. Pithecanthropus terdiri dari 
beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

a) Pithecanthropus Mojokertensis
Quote:
Fosil Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan oleh Von Koenigswald di desa Perning, Lembah Bengawan Solo Mojokerto, Jawa Timur pada lapisan Pleistosen Bawah. Temuan tersebut berupa fosil anak-anak berusia sekitar 5 tahun. Makhluk ini diperkirakan hidup sekitar 2,5 sampai 2,25 juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Mojokertensis Berbadantegap, mukanya menonjol ke depan dengan kening yang tebal dan tulang pipi yang kuat.

b) Pithecanthropus Robustus
Quote:
Fosil jenis ini ditemukan oleh Weidenreich dan Von Koenigswald pada tahun 1939 di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah. Von Koenigswald menganggap fosil ini sejenis dengan Pithecanthropus Mojokertensis.

c) Pithecanthropus Erectüs
Quote:
Fosil jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur, 
pada tahun 1890 berasal dari lapisan Plestosen Tengah. Mereka hidup sekitar 
satu juta sampai satu setengah juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Erectus berjalan tegak dengan badan yang tegap dan alat pengunyah yang kuat. Volume otak Pithecanthropus mencapai 900 cc. Volume otak manusia modern lebih dari 1000 cc, sedangkan volume otak kera hanya 600 cc

ZAMAN BATU
zaman ini terbagi menjadi 4 zaman yaitu :
i. Palaeolithikum (Zaman Batu Tua),
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tsb adalah :
• Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong)
• Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi
• Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk : berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.
• Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi :
• Kebudayaan Pacitan dan Ngandong
Manusia pendukung kebudayaan
• Pacitan : Pithecanthropus dan
• Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.
sej101_05
gb1. jenis alat batu pada jaman Batu Tua
ii. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)
Ciri zaman Mesolithikum :
• Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
• Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah)
• Alat-alat zaman Mesolithikum :
• Kapak genggam (peble)
• Kapak pendek (hache Courte)
• Pipisan (batu-batu penggiling)
• Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
• Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
• Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut “Abris Sous Roche ” Adapun alat-alat tersebut adalah :
• Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
• Ujung mata panah,
• batu penggilingan (pipisan),
• kapak,
• alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
• Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)
Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :
• Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
• Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
• Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
• Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua -Melanosoid
sej101_11
gb2. Alat pada jaman Batu Tengah
iii. Neolithikum (Zaman Batu Muda)
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.
Contoh alat tersebut :
• Kapak Persegi, misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
• Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
• Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
• Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jAwa
• Pakaian (dari kulit kayu)
• Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)
• Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer –Indochina)
sej101_13
Gb3. Alat jaman Batu Muda
iv. Megalithikum (Zaman Batu Besar )
Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :
• Menhir , adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek moyang
• Dolmen, adalah meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang, Adapu;a yang digunakan untuk kuburan
• Sarchopagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup
• Kubur batu/peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain
• Punden berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat
ZAMAN LOGAM
zaman ini terbagi menjadi 2 zaman yaitu :
1. Zaman Perunggu
Hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia adalah :
• Kapak Corong (Kapak Perunggu), banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi dan Kepulauan Selayar dan Irian.Kegunaannya sebagi alat perkakas.
• Nekara perunggu(Moko), bebrbentuk seperti dandang. Banyak ditemukan di daerah : Sumatera, Jawa Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan Kep. Kei. Kegunaan untuk acara keagamaan dan maskawin.
• Bejana Perunggu, bentuknya mirip gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai. Hanya ditemukan di Madura dan Sumatera
• Arca-arca Perunggu, banyak ditemukan di Bangkinang(Riau), Lumajang (Jatim) dan Bogor (Jabar)
• Perhiasan : gelang, anting-anting, kalung dan cincin.
Kebudayaan Perunggu sering disebut juga sebagi kebudayaan Dongson-Tonkin Cina karena disanalah Pusat Kebudayaan Perunggu.
2. Zaman Besi
Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Alat-alat yang ditemukan adalah :
• Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
• Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan
• Mata pisau
• Mata pedang
• Cangkul, dll
Jenis-jenis benda tersebut banyak ditemukan di Gunung Kidul(Yogyakarta), Bogor, Besuki dan Punung (Jawa Timur)
2. KEHIDUPAN MASYARAKAT PRASEJARAH
FOOD GATHERING
Ciri zaman ini adalah :
• Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan
• Nomaden, yaitu Hidup berpindah-pindah dan belum menetap
• Tempat tinggalnya : gua-gua
• Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa
• Zaman ini hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan Zaman batu tengah (Mesolithikum)
FOOD PRODUCING
• Ciri zaman ini adalah :
• Telah mulai menetap
• Pandai membuat rumah sebagi tempat tinggal
• Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma
• Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat
• Alat-alat terbuat dari kayu, tanduk, tulang, bambu ,tanah liat dan batu
• Alat-alatnya sudah diupam/diasah
Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan Zaman Megalithikum (zaman batu besar)

ZAMAN PERUNDAGIAN

• Manusia telah pandai membuat alat-alat dari logam dengan keterampilandan keahlian khusus
• Teknik pembuatan benda dari logam disebut a cire perdue yaitu, dibuat model cetakannya dulu dari lilin yang ditutup dengan tanah liat kemudian dipanaskan sehingga lilinya mencair. Setelah itu dituangkan logamnya.
• Tingkat perekonomian masyarakat telah mencapai kemakmuran
• Sudah mengenal bersawah
• Alat-alat yang dihasilkan : kapak corong, nekara,pisau, tajak dan alat pertanian dari logam
• Telah mencapai taraf perkembangan sosial ekonomi yang mantap
 
MANUSIA ZAMAN PRASEJARAH DAN CIRI- CIRINYA
          Dalam hal penemuan fosil manusia purba, indonesia menempati posisi yangpenting, sebab fosil- fosil manusia purba yang di temukan di indonesia berasal dari kala pleistosen sehingga tampak jelas perkembangan fisik manusia purba tersebut . manusia- manusia purba yang ditemukan di Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Pithecanthropus
Fosil pithecanthropus merupakan fosil manusia purba yang palingbanyak ditemukan di Indonesia. Fosil pithecanthropus berasal dari pleistosen lapisan bawah dan tengah . mereka hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan . mereka sudan makan segalanya, tetap makanannya beum dimasak. Pithecanthropus terdiri dari
a. Pithecanthropus Erectus
          Fosil ini ditemukan oleh Eugine Dubois di desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur, pada tahun 1890 berasal dari lapisan pleitosen tengah. Mereka hidup sekitar satu juta sampai satu setengah juta tahun yanglalu.
Ciri- ciri Pithecanthropus erectus adalah:
  • berjalan tegak dan badan tegap
  • memiliki alat pengunyah yang kuat.
  • Volume otak mencapai 900cc.
b. Pithecanthropus Mojokertensis
Fosil pithecanthropus mojokertensis ditemukan oleh koenigswald di desa perning, lembah Bengawan Solo Mojokerto, jawa timur pada lapisan bawah pleistosen bawah. Temuan tersebut berupa fosil anak- anak berusia sekitar 5 tahun. Mahluk ini diperkirakan hidup sekitar 2,5 sampai 2,25 juta tahun yang lalu.
Ciri- ciri Pithecanthropus Mojokertensis:
  • berbadan tegap
  • tukang muka menonjol ke depan
  • kening tebal
  • tulang pipi kuat
c. Pithecanthropus Robustus
          Fosil ini ditemukan oleh weidenreich dan Von koenigswald pada tahun 1939 di Trinil, lembah Bengawan Solo. Fosil ini berasal dari lapisan pleistosen bawah. Von koenigswald menganggap fosil ini sejenis dengan pithecanthropus Mojokertensis.
2. Meganthropus Paleojavanicus
          Fosil meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran, lembah Bengawan Solo pada tahun 1936 – 1941. fosil ini berasal dari lapisan pleistosen bawah. Sebagian ahli menganggap bahwa Meganthropus Paleojavanicus sebenarnya merupakan Pithecanthropus dengan badan besar.
Ciri- ciri Meganthropus Paleojavanicus :
  • memiliki badan yang tegap dan rahang yang besar dan kuat
  • hidup dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering)
  • makanan utamanya tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan
3. Homo Soloensis   
           Fosil homo soloensis ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran dan Sambung Macan, Sragen, oleh Ter haar, Oppenoorth, dan Von koenigswald pada tahun 1931- 1933 dari lapisan Pleistosen Atas. Homo soloensis di perkirakan hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu. Volume otaknya mencapai 1300cc.
          Menurut Von koenigswald mahluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus erectus. Diperkirakan juga mahluk ini merupakan evolusi  dari pithecanthropus mojokertensis. Oleh sebagian ahli, homo soloensis digolongkan dengan homo neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis homo sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen atas.
4. Homo Wajakensis
          Fosil homo wajakensis ditemukan oleh Van Reischoten pada tahun 1889 di desa Wajak, Tulungagung.fosil ini kemudian diteliti oleh eugene Dubois. Temuan fosil ini merupakan temuan fosil manusia purba pertama yang dilaporkan berasal dari Indonesia. Manusia purba jenis ini hidup antara 40.000-25.000 tahun yang lalu pada lapisanpleitosen atas. Apabila dibandingkan jenis sebelumnya, homo wajakensis menunjukan kemajuan.
Ciri- ciri homo wajakensis:
mempunyai tinggi sekitar 130-210cm
berat badan antara 30-150 kg
volume otaknya mencapai 1300cc 

ZAMAN PRASEJARAH & MANUSIA PURBA DI INDONESIA

A. Pembagian Zaman

       Sejarah peradaban manusia sexara garis besar terbagi kedalam dua babak, yakni zaman prasejarah dan zaman sejarah. Zaman prasejarah (pra-sebelum) mendahului zaman sejarah, masyarakat zaman prasejarah belum mengenal tulisan. Oleh karena itu peninggalan-peninggalannya tidak ada yang berbentuk tulisan. Sumber utama zaman prasejarah adalah benda, sehingga penelitian tentang kehidupan zaman prasejarah hanya melalui sumber-sumber benda tersebut. berikut ini akan diuraikan perkembangan jaman :




1. Zaman Arkeozoikum
          Merupakan zaman tertua dalam sejjarah perkembangan bumi, pada zaman ini tidak ada kehidupan. kulit bumi masih panas sekali sehingga tidak mungkin ada kehidupan.
          Jaman itu berumur kira-kira 2.500 juta tahun, pada masa itu bumi masih panas. Udara masih panas sekali, kulit bumi masih dalam proses pembentukan, Sehingga belum ada tanda-tanda kehidupan.

2. Zaman Paleozoikum
          Mulai ada kehidupan dengan ditandai adanya jenis binatang terkecil yang tidak bertulang belakang, seterusnya muncul jenis ikan, permulaan zaman amfibi dan reptil, juga disebut zaman primer.
           Umur jaman ini diperkirakan selama 340 juta tahun, pada masa itu sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan. Binatang kecil-kecil (mikro organisme) sudah ada. Juga binatang yang tidak bertulang punggung, bahkan beberapa jenis ikan, amfibi dan reptile sudah mulai ada. karena keadaan bumi sangat berubah-ubah, maka keadaan kehidupan masih sulit untuk dapat meningkat.

3. Zaman Mesozoikum
           Disebut zaman sekunder,mulai hidup dan berkembang pesat berbagai jenis ikan dan reptil, seperti reptil raksasa, jenis burung dan binatang menyusui.
           Umur jaman ini diperkirakan 140 juta tahun, pada zaman ini kehidupan di beumi semakin berkembang. Binatang pada masa itu mencapai bentuk yang sangat besar. Antara lain Dinosaurus, panjangnya mencapai 12 meter, Atlatosaurus panjangnya sampai 30 meter. Beberapa kerangka dari binatang-binatang besar itu sekarang disimpan di Bandung. Jenis burung sudah mulai ada, tetapi sesungguhnya jaman itu adalah jaman reptile, karena jenis binatang yang banyak sekali pasa jaman itu adalah jenis reptile.

4. Zaman Neozoikum (Kainozoikum) 
            Jaman ini berlangsung 60 juta tahun, pada jaman itu keadaan bumi menjadi baik. Perubahan cuaca tidak begitu besar walaupun jaman es masih pada. Kehidupan berkembang pesat sekali. jaman ini dibagi lagi menjadi jaman:
  • Zaman Tersier,binatang-binatang raksasa semakin berkurang , telah ada jenis binatang menyusui berkembang lebih sempurna, sedang jenis reptil berkurang dan jenis kera/ monyet mulai berkembang. Pada zaman ini muncul jenis kera dan manusia.
  • Zaman Kwarter,Jaman ini berlangsung sejak kira-kira 600.000 tahun yang lalu. Pada jaman itu telah ada kehidupan manusia, bagian jaman itu disebut dengan istilah kala. Pada jaman itu mulai ada kehidupan manusia yang lebih sempurna, terbbagi lagi kedalam zaman yang disebut :
               a)  Zaman Pleisotosen ( Kwarter awal) keadaan alam belum sempurna. Walupun umur kala pleistosen tidaksepanjang masa-masa yang lalu, tetapi justru masa itulah yang penting. Karena pada kala itulah manusi mulai muncul dimuka bumi. Kala Pleisotosen berlangsung kira-kira 3 juta sampai 10.000 tahun sebelum masehi.Pada masa itulah terjadi masa perluasanlapisan es dikutub. Beberapa daratan yang berdekatan dengan kutub utara trtutup es.
              b) Zaman Holosen (Alluvium keadaan bumi lebih sempurna, yumbuh berbagai jenis flora dan fauna, tanaman tumbuh liar dihutan belukar, sidah dikenal ladang dan persawahan dengan tanaman jagung. Jenis faunanya seperti : gajah, banteng, kerbau liar, badak, tapir, harimau, babi rusa, berjenis burung dan kalong.

B. Keadaan Alam Bumi Kita
         Perubahan permukaan kulit bumi yang terjadi dimuka bumi juga terjadi di Indonesia, pada waktu perluasan permukaan ea dan naiknya permukaan air laut maka Indonesi bagian berat nernemtuk Paparan Sunda dan Indonesia bagian timur membentuk Paparan Suhul.
        Paparan Sunda menghubungkan pulau jawa, Sumatra, Kalimantan dan Nusa Tenggara dengan daratan Asia. Sedang Paparan Suhul menghubungkan daratan Irian Jaya (papua) dengan Australia.